- 17/5/2025
Silahkan berdonasi seihklasnya untuk mendukung chanel ini !!
https://saweria.co/KebaikanDonasi
#fyp #serialmahabharata #viral #filmdubbingindonesia #mahabharatabahasaindonesia #mahabharatadubindonesia #filmindiadubindonesia
https://saweria.co/KebaikanDonasi
#fyp #serialmahabharata #viral #filmdubbingindonesia #mahabharatabahasaindonesia #mahabharatadubindonesia #filmindiadubindonesia
Kategori
✨
ManusiaTranskrip
00:00Pertarungan antara para Surama dan Bisma yang menyebabkan dampak yang luar biasa pada alam.
00:16Dewa Siwa sendiri pun muncul dan mengakhiri pertarungan mereka.
00:20Amba yang masih merasa menderita berdoa dan memohon pada Dewa Siwa.
00:24Dewa Siwa menjawab bahwa setelah 25 tahun dia baru bisa dibantu.
00:27Dia akan berinkarnasi di Pancala sebagai Serikandi.
00:31Di Kerajaan Gandara saat Raja Subala terkejut putrinya yang cantik Gandari memiliki ramalan yang tak sama indahnya.
00:37Dan diberitahukan ada pasukan besar yang bergerak menuju ke Kerajaan Gandara.
00:41Dan kisah pun berlanjut.
00:51Prajurit!
00:52Cepat bawa pasukan!
00:54Dan perkuat gerbang masuk!
00:55Para pemana!
00:58Tempatkan posisi kalian di puncak gerbang dengan pada hapi!
01:05Semua pasukan tetap waspada di dalam benteng!
01:08Termasuk pasukan berkuda!
01:09Di luar benteng dan di belakang bukit kecil!
01:11Tutup gerbang depan sekarang!
01:28Bagaimana kah kabarnya, Madan?
01:37Mereka pasukan yang sangat besar!
01:39Jumlahnya bagaikan arus pasang dari Sungai Sindu.
01:44Semua prajurit dan kereta berkuda tidak terhitung jumlahnya.
01:48Barisan mereka bahkan bisa membuat tanah terlontar tinggi!
01:56Mereka juga punya persediaan makanan dan minuman yang mulia.
01:59Sepertinya mereka sudah siap untuk penaklukan yang luas.
02:02Pasukan siapakah itu prajurit?
02:04Beneran mereka tidak bisa dilihat yang mulia.
02:06Tapi aku bisa melihat kereta berkuda di barisan terdepan.
02:08Itu kereta berkuda putih, sepertinya milik Dewa Matahari.
02:11Ada bendera putih juga di keretanya yang mulia.
02:20Di benderanya, ada lambang pohon beringin emas.
02:23Pria pemberani itu, menggambarkan Dewa Matahari itu sendiri yang mulia.
02:27Dia punya perisai luar biasa di tubuhnya.
02:29Tangannya seperti tiang dari besi.
02:33Matanya kuat seperti dua bola api.
02:37Dan ada tanda bulan di keningnya.
02:41Yang mulia, dia tidak lain adalah putra dari Raja Santanu dengan Dewi Gangga.
02:49Bismarck.
02:50Bismarck.
02:51Bismarck.
02:53Bismarck.
02:55Bismarck.
02:59Bismarck.
03:01Bismarck.
03:03Bismarck.
03:05Bismarck.
03:07Bismarck.
03:08Bismarck.
03:09Bismarck.
03:10Bismarck.
03:11Ibu, apa yang terjadi di sini?
03:16Apa kau belum dengar?
03:18Hastina Pura telah menyerang kita.
03:21Apa yang terjadi sekarang?
03:22Pasukan Gandara tidak mungkin bertahan menghadapi kekuatan Hastina Pura.
03:26Aliran darah akan mengalir.
03:28Dan hanya dalam hitungan hari, benteng Gandara akan jadi puing-puing.
03:32Menerima kekalahan sebelum bertempur.
03:35Itu tidak bijak, Arsi.
03:36Maafkan saya yang mulia, tapi Gandara sendiri sudah lama tidak pernah berperang, jadi yang mulia tidak tahu.
03:48Menghancurkan kota yang kalah, membakar yang tidak berumah, membunuh orang-orang yang tidak berdosa, dan melanggar kehormatan dari wanita.
03:56Semua ini tidak akan terhindarkan dalam perang ini, Gandari.
04:00Apa yang harus kita lakukan?
04:02Apa yang dilakukan semua wanita dalam perang adalah menunggu di sini untuk kehancuran terbesar kita.
04:11Dan kemudian...
04:12Kakak Ipar, pilih senjatamu.
04:38Aku akan bertempur dalam perang ini bersama ayah, Gandari.
04:42Iya, Ibu.
04:46Perang ini membuatku ketakutan.
04:51Sama seperti ketakutanku pada kegelapan.
04:56Kakak Ipar, guru besar telah mengajari kita bahwa hanya ada satu cara melawan ketakutanmu.
05:03Hadapilah ketakutanmu.
05:05Kalau kematianku tidak terhindarkan lagi,
05:15maka aku akan mati di medan perang.
05:17Rasa takut selalu berasal dari dalam hati manusia itu sendiri.
05:29Terkadang ketakutan akan kehilangan kekayaan.
05:33Terkadang ketakutan dipermalukan.
05:35Terkadang takut terpisah dari mereka yang kau sayangi.
05:38Karena itulah.
05:38Ketakutan saat ini sepertinya normal untuk semua orang.
05:44Pernahkah kau pikirkan itu?
05:49Apakah keadaan atau hal-hal yang menjadi penyebab rasa takut adalah juga akar dari kedukaan?
05:58Tidak.
05:58Tidak ada hal yang seperti itu.
06:01Dan pengalaman semua orang menunjukkan bahwa memiliki rasa takut tidak menyelesaikan masalah di masa depan.
06:10Rasa takut hanyalah imajinasi dari kedukaan yang akan datang.
06:16Itu tidak ada hubungannya dengan hal apapun juga.
06:19Meski sudah mengetahui rasa takut, tidak lain hanyalah sebuah imajinasi.
06:28Apa sulit untuk lepas darinya dan hidup di dunia ini?
06:32Tanpa rasa takut?
06:36Coba kau pikirkan itu.
06:45Apa perintah Anda yang mulia?
06:47Ini saatnya menanggapi pengepungan ini.
06:48Kita naikkan bendera warna putih tanda menyerah?
06:51Atau kita naikkan bendera warna merah sebagai tanda berperang?
06:56Rasa malu atau kematian?
07:02Jangan buat kedua warna itu terlihat begitu gelap, Satashwa.
07:06Tapi yang mulia, kita harus mengibarkan salah satu dari kedua bendera itu.
07:16Pasukan itu telah berhenti, yang mulia.
07:18Ini mengejutkan.
07:23Mereka mengibarkan bendera kuning tanda persahabatan yang mulia.
07:30Buka gerbang depan!
07:31Kalau dia hanya ingin bicara,
07:50kenapa dia harus membawa begitu banyak pasukan?
07:53Pastinya itu,
07:54untuk menunjukkan kekuatannya di depan kita.
07:56Tapi kenapa?
08:00Gandara tidak melakukan apapun yang membuat malu Hastinapura.
08:03Tahta Hastinapura juga sudah bertahan sangat lama.
08:07Setelah kematian dari Wichita Wiria,
08:09kerajaan itu tidak punya raja selama 25 tahun terakhir.
08:12Tapi kita tidak pernah mencoba untuk menyerang mereka.
08:15Dan kita tidak pernah membantu siapapun musuh mereka.
08:17Lalu,
08:20untuk apa menunjukkan kekuatannya di depan sekutunya?
08:23Kekuatan itu menentukan di depan sekutu yang mulia.
08:27Saat ada yang mau mengajukan tuntutannya.
08:30Apa yang diinginkan oleh seorang yang seperti Bisma?
08:33Jangan lupa untuk menyerang mereka.
09:03Jangan lupa untuk menyerang mereka.
09:33Seorang raja hanya menyatukan tangan di depan dewa
09:43untuk menyambut sekutunya sendiri dan untuk menghukum para musuh.
09:49Dan itulah yang menentukan Raja Subala.
09:51Sikap kepahlawananmu tidak kalah dibanding sang dewa Putra Ganga.
09:56Tapi aku bukan raja.
09:58Aku hanya pengabdi yang setia dari Hastinapura.
10:00Statusku sendiri tidaklah lebih tinggi darimu yang mulia.
10:04Meski kau bukan seorang raja,
10:06tapi tingkatmu jauh lebih besar dari kaisar manapun Putra Ganga.
10:10Hal seperti itu hanya bisa terlihat saat pengepungan.
10:14Dan aku ada di sini untuk mengunjungi tempat temanku,
10:19untuk memperkuat persahabatan kita.
10:21Untuk jadi Tuhan rumah bagi seorang teman sepertimu adalah sebuah keberuntungan bagi Gandara.
10:29Hidup Bisma Putra Ganga!
10:34Hidup!
10:35Hidup Bisma Putra Ganga!
10:36Hidup!
10:37Hidup Bisma Putra Ganga!
10:38Hidup!
10:39Hidup Bisma Putra Ganga!
10:40Hidup!
10:41Hidup Bisma Putra Ganga!
10:42Hidup!
10:43Kakak Ipar,
10:46Bisma datang hanya untuk berteman dengan kita.
10:49Aku sudah dengar, Tuhan Putri.
10:52Sebuah bencana besar di kerajaan Gandara telah terhindarkan.
10:55Bagaimana menurutmu?
11:00Mungkinkah dia menyamarkan tujuan perangnya dibalik sebuah usaha persahabatan saja?
11:06Tuhan Putri, aku dengar Bisma tidak pernah berbohong.
11:10Aku juga dengar bahwa tidak ada yang lebih kuat dari dia di antara para Arya.
11:14Iya, Sugda.
11:15Bahkan para Surama tidak bisa mengalahkannya.
11:19Seorang peria tangguh selalu tenang dan teratur kakak Ipar.
11:23Ayo kita lihat saja.
11:26Nanti akan terbukti apakah dia benar-benar tangguh.
11:30Atau itu hanyalah dongeng belaka.
11:32Aku juga bertanya-tanya.
11:35Kekuatan macam apa
11:36yang bisa membuat Bisma menuntut dari Gandara?
11:40Pergilah.
12:04Melihat penyambutan yang luar biasa dan perhatian,
12:13hatiku benar-benar senang.
12:18Aku harap kau mengajarkan keanggunan dan kedisiplinan yang sama pada putri dan juga putri menantumu.
12:24Putra Gangga, apa kira-kira yang bisa ditawarkan?
12:27Gandara yang kecil untuk kerajaan Kuru yang tangguh.
12:30Masa depan.
12:33Dan kemungkinan kebahagiaan itu di masa depan.
12:37Yang mulia, kau sudah tahu bahwa tidak ada raja yang berani menyerangmu sejauh ini.
12:42Karena kau punya perlindungan dari kerajaan Kuru.
12:47Kalau masalahnya dari kerajaan Kuru dan Gandara bersatu,
12:52maka kedua kerajaan itu akan menjadi sangat kuat.
12:56Pikirkan itu, Yang Mulia.
12:58Sebuah sekutu itu dibentuk antara dua kerajaan yang sama kuat.
13:01Gandara hanyalah pelayan bagi Hastinapura, Putra Gangga.
13:04Karena itulah aku datang ke sini.
13:06Bukan sebuah persekutuan.
13:07Tapi lamaran pernikahan.
13:19Seluruh klan Arya sering membicarakan
13:21tentang kecantikan dan keanggunan Putri Gandari.
13:26Aku mengajukan lamaran pernikahan
13:29untuk Putri Gandari.
13:31Aku mohon.
13:39Jangan kecewakan aku.
13:41Tapi, bukankah kau sudah bersumpah untuk melajang, Putra Gangga?
13:44Lamaran pernikahan Putri Gandari
14:01adalah untuk pangeran Kuru,
14:03bukan untukku.
14:08Aku sudah menganggap Gandari sebagai putriku.
14:11Aku juga setuju untuk ini.
14:23Siapa lagi mempelai pria lebih baik dari pangeran Pandu?
14:25Kemampuan dari pangeran Pandu sudah diketahui semua orang.
14:33Detrarastra
14:33Pangeran Detrarastra
14:40Bagaimana kau bisa mengira untuk pangeran Pandu?
14:55Dia adalah anak termuda,
14:56sedang yang tertua,
14:58pangeran Detrarastra.
15:00Yang Mulia
15:01Aku sedang bicara tentang pangeran Detrarastra.
15:07Pikirkan ini, Yang Mulia.
15:10Seratus anak laki-laki bisa lahir,
15:12bahkan oleh seorang pemahat istri.
15:15Mereka juga bisa membangun rumah yang sangat besar,
15:19tapi tidak semua kerajaan.
15:22Jumlah dari keturunannya tidaklah penting.
15:24Yang penting adalah klan kami tetap subur dan membawa kemakmuran.
15:30Juga di dalamnya.
15:34Tidak setiap wanita punya keberuntungan melahirkan seratus anak laki-laki.
15:40Untuk dinasti guru.
15:41Yang Mulia
15:47Gandhari adalah
15:50putri tercantik di dunia dan dia
15:53telah diajarkan banyak sekali disiplin
15:55dan terlatih dengan baik.
15:57Tapi Pangeran Detrarastra,
15:59kau
16:00sudah tahu tentang dia?
16:05Pangeran Detrarastra mampu dalam setiap hal.
16:08Dan itu tidak diragukan lagi.
16:14Kau tidak tahu kecerdasan dari Detrarastra, Ratu Sudarma.
16:19Pangeran Detrarastra begitu tangguhnya,
16:22hingga dengan satu pukulan saja
16:24dia bisa menjatuhkan banyak gajah sekaligus.
16:28Dengan menjadi ratu bagi Detrarastra,
16:31Putri Gandhari,
16:33akan menjadi wanita paling kaya dari peradaban Arya.
16:38Kau mau ke mana, Putri Gandhari?
16:44Ini bukan saja untuk meninggalkan kami semua.
16:48Biarkan saja dia, Sugda.
16:49Memang sudah diduga kalau dia akan jadi sombong sekarang.
16:52Karena ada lamaran untuknya dari kerajaan yang begitu besar.
16:55Bukan karena itu juga, Kakak Ipat.
16:57Meskipun begitu, itu masih bisa dimengerti, Gandhari.
17:00Tidak ada satupun kerajaan di dunia ini
17:02yang lebih kuat dan lebih kaya daripada Hastinapura.
17:06Aku juga sudah dengar kisah yang luar biasa mengenai Hastinapura.
17:10Dan aku selalu berusaha
17:11untuk membayangkan seperti apakah Hastinapura itu, Tuan Putri.
17:17Hastinapura.
17:18Menyatukan kerajaan ini dengan Hastinapura.
17:21Kau akan berubah dari Raja Subala,
17:23menjadi Kaisar Subala.
17:27Itu artinya,
17:29kau memamerkan kekuatanmu
17:30untuk sebuah tujuan.
17:33Benarkan, Bismah?
17:34Aku di sini membucuk keluarga istana
17:36dari kerajaan Gandhara
17:38untuk menjadi keluarga kami.
17:40Dan bersama keluarga,
17:43tidak akan ada pertanyaan lagi.
17:46Yang ada,
17:47hanyalah kerjasama.
17:50Kerajaan Gandhara tidak bisa memberikan keuntungan
17:53bagi Hastinapura.
17:54Malahan Gandhara bisa mendapatkan semuanya.
17:56dari Hastinapura.
17:58Itu mungkin kerajaan yang hebat.
18:00Tapi kerajaan Gandhara tidaklah selama itu.
18:03Tapi sebuah pernikahan membutuhkan pangeran,
18:06bukan kerajaannya.
18:07Oho.
18:09Jadi,
18:10Tuan Putri kita sudah memimpikan jalan suaminya,
18:13kakak Ipar.
18:14Menurut pendapatku,
18:19pernikahan Putri Gandhari dan Pangeran Detrarastra
18:21sudah ditentukan oleh para dewa.
18:26Resolusi dan pilihan lain adalah permainan pikiran yang mulia.
18:30Tapi,
18:31bagaimanapun aku tidak bermaksud untuk memaksa,
18:36hanya setelah kau menyingkirkan semua keraguanmu,
18:38barulah akan tercipta keputusanmu yang mulia.
18:40Lalu,
19:06bagaimana keputusanmu, Yang Mulia?
19:08Dibanding manusia biasa,
19:26pangeran dari Hastinapura seperti Dewa Indra,
19:29rakyat dari dinasti Kuru,
19:31menempatkan mereka di sebelah dewanya,
19:33dan memuja mereka dengan segenap hati.
19:38Kakak Ipar,
19:45siapa nama orangnya?
19:47Kenapa kau mau tahu siapa namanya, Tuan Putri?
19:50Lagipula,
19:51seorang istri tidak pernah memusingkan nama suaminya.
19:53Kakak Ipar, beritahu aku.
19:55Siapa namanya?
20:01Namanya adalah
20:02Pangeran Detra Rastra.
20:07Pangeran Detra Rastra.
20:10Pangeran Detra Rastra.
20:40Pangeran Detra Rastra.
20:42Pangeran Detra Rastra.
20:42Pangeran Detra Rastra.
20:43Pangeran Detra Rastra.
20:44Pangeran Detra Rastra.
20:44Pangeran Detra Rastra.
20:45Pangeran Detra Rastra.
20:45Pangeran Detra Rastra.
20:46Bagaimana caranya aku bisa memberitahu putriku,
20:49Ratu Sudharma?
20:50Meski ini untuk kebaikan bagi kerajaan Gandara,
20:52tapi aku telah memberikan penderitaan padanya untuk seumur hidup.
20:56Saat Sangkuni kembali dari perburuannya,
20:59apa yang akan terjadi nanti?
21:00Sampai jumpa.
21:05Sampai jumpa.
21:06Terima kasih.
Dianjurkan
1:15:59
|
Selanjutnya
1:35:33
1:28:34
1:12:17
1:31:17