- kemarin
SOLO, KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menyatakan mendukung penuh Partai Solidaritas Indonesia.
Jokowi juga menegaskan, siap bekerja keras untuk parpol yang kini dipimpin putra bungsunya Kaesang Pangarep.
Jokowi meyakini, partai berlambang gajah ini akan menjadi partai yang besar dan kuat di masa mendatang.
Sosok Jokowi memiliki nilai penting bagi PSI. Ketua Dewan Pembina PSI, Jeffri Geovanie bahkan menyebut PSI akan mati jika tidak mendapatkan dukungan dari Jokowi atau anggota keluarganya.
Meski memberikan dukungan penuh terhadap PSI, namun Jokowi tidak menegaskan status keanggotaannya di PSI.
Sementara pengamat politik menyebut, kehadiran sosok Kaesang Pangarep di PSI sudah cukup mewakili tanpa Jokowi harus bergabung atau masuk ke PSI.
Setelah mendapat dukungan penuh dari Jokowi, mampukah PSI bisa segera menjadi partai besar dan diperhitungkan di panggung politik Indonesia?
Tegas nyatakan dukung penuh, akan bekerja keras untuk PSI, namun Jokowi tidak menyatakan bergabung dengan PSI.
Strategi atau peran apa yang akan dimainkan Jokowi dan PSI? Kita ulas bersama Juru Bicara PSI, Benny Papa dan Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro.
Baca Juga Analis Politik sebut PSI Tidak Punya Modal Politik: Cuma Jokowi dan Dekat-Dekat Pemerintah di https://www.kompas.tv/nasional/606974/analis-politik-sebut-psi-tidak-punya-modal-politik-cuma-jokowi-dan-dekat-dekat-pemerintah
#jokowi #psi #kaesangpangarep
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/607072/jokowi-siap-kerja-keras-untuk-psi-tapi-pilih-di-luar-partai-begini-kata-jubir-psi-dan-pengamat
Jokowi juga menegaskan, siap bekerja keras untuk parpol yang kini dipimpin putra bungsunya Kaesang Pangarep.
Jokowi meyakini, partai berlambang gajah ini akan menjadi partai yang besar dan kuat di masa mendatang.
Sosok Jokowi memiliki nilai penting bagi PSI. Ketua Dewan Pembina PSI, Jeffri Geovanie bahkan menyebut PSI akan mati jika tidak mendapatkan dukungan dari Jokowi atau anggota keluarganya.
Meski memberikan dukungan penuh terhadap PSI, namun Jokowi tidak menegaskan status keanggotaannya di PSI.
Sementara pengamat politik menyebut, kehadiran sosok Kaesang Pangarep di PSI sudah cukup mewakili tanpa Jokowi harus bergabung atau masuk ke PSI.
Setelah mendapat dukungan penuh dari Jokowi, mampukah PSI bisa segera menjadi partai besar dan diperhitungkan di panggung politik Indonesia?
Tegas nyatakan dukung penuh, akan bekerja keras untuk PSI, namun Jokowi tidak menyatakan bergabung dengan PSI.
Strategi atau peran apa yang akan dimainkan Jokowi dan PSI? Kita ulas bersama Juru Bicara PSI, Benny Papa dan Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro.
Baca Juga Analis Politik sebut PSI Tidak Punya Modal Politik: Cuma Jokowi dan Dekat-Dekat Pemerintah di https://www.kompas.tv/nasional/606974/analis-politik-sebut-psi-tidak-punya-modal-politik-cuma-jokowi-dan-dekat-dekat-pemerintah
#jokowi #psi #kaesangpangarep
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/607072/jokowi-siap-kerja-keras-untuk-psi-tapi-pilih-di-luar-partai-begini-kata-jubir-psi-dan-pengamat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Masih di Sapa Indonesia malam, Presiden ketujuh Jokowi Dodo menyatakan mendukung penuh dan akan bekerja keras untuk PSI.
00:09Namun demikian, Jokowi tidak menyatakan bergabung atau masuk sebagai anggota PSI.
00:18PSI ini akan menjadi partai kuat dan partai besar.
00:22Saya akan full mendukung PSI.
00:26Oleh sebab itu, saya akan bekerja keras untuk PSI.
00:36Presiden ketujuh RI Jokowi Dodo menyatakan mendukung penuh Partai Solidaritas Indonesia.
00:43Jokowi juga menegaskan siap bekerja keras untuk parpol yang kini dipimpin betul-betul bungsunya Kaisang Pangarep.
00:49Jokowi meyakini partai berlambang gajah ini akan menjadi partai yang besar dan kuat di masa mendatang.
00:57Sosok Jokowi memiliki nilai penting bagi PSI.
01:01Ketua Dewan Pembina PSI Jeffrey Giovanni bahkan menyebut PSI akan mati jika tidak mendapatkan dukungan dari Jokowi atau anggota keluarganya.
01:10Kalau kalian gak dapat sedikitpun darahnya keluarga Pak Jokowi atau Pak Jokowi sendiri, kita tutup partai ini.
01:19Saya berikan waktu selambat-lambatnya tahun 2023 ini dan 2024 kita gak usah keluar biaya apapun untuk pemilu.
01:28Kita terima nasib saja.
01:30Terbukti suruh-suruh sekalian.
01:32Meski memberikan dukungan penuh terhadap PSI, namun Jokowi tidak menegaskan status keanggotaannya di PSI.
01:41Apakah sudah ada KTA?
01:42Dukung penuh. Jelas kan. Dukung penuh kan jelas.
01:46Pool mendukung. Artinya pool penuh memberikan dukungan.
01:51Kalau pool mendukung artinya ya harus bekerja keras.
01:54Tapi Pak, kalau menjadi Dewan Pembina, kalau menjadi Dewan Pembina apakah Bapak?
02:00Ditanyakan ke PSI.
02:01Pak, kalau diminta partai lain untuk bekerja juga gimana Pak?
02:04Kalau diminta bekerja oleh partai lain juga Pak?
02:06Saya bekerja, semua kalau minta saya bekerja.
02:09Sudah diminta Mas Kaisang belum Pak?
02:11Gimana?
02:12Untuk Dewan Pembina ke PSI?
02:13Belum.
02:14Tawaran menjadi Dewan Pembina dari Mas Kaisang?
02:17Tanyakan ke PSI.
02:20Sementara pengamat politik menyebut, kehadiran sosok Kaisang pengharap di PSI sudah cukup mewakili tanpa Jokowi harus bergabung atau masuk ke PSI.
02:29Karena memang kalau Pak Jokowi masuk itu otomatis akan ada tambahan kekuatan dari relawan-relawan Pak Jokowi secara langsung.
02:40Karena Pak Jokowi tidak di dalam PSI dengan adanya Kaisang itu sudah cukup sebetulnya untuk menggambarkan bahwa PSI adalah Jokowi.
02:48Jokowi adalah PSI, itu fiskal menurut saya.
02:52Setelah mendapat dukungan penuh dari Jokowi, mampukah PSI segera menjadi partai besar dan diperhitungkan di panggung politik Indonesia?
03:00Tim Liputan, Kompas TV
03:03Tegas nyatakan dukung penuh akan bekerja keras untuk PSI, namun Jokowi tidak menyatakan bergabung dengan PSI.
03:15Ini strategi atau peran apa yang akan dimainkan Jokowi dan PSI?
03:19Kita ulas bersama Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro dan kita juga masih menantikan juru bicara PSI, Beni Papa.
03:27Halo Mas Agung, selamat malam.
03:28Halo Pak Fiska, malam.
03:30Aduh, ini tuh menarik banget ya pernyataan ya Pak Jokowi.
03:33Nggak ngomongin soal KTA, tapi akan kerja keras buat PSI.
03:36Jadi sebenarnya gimana sih Mas Agung bacanya?
03:38Iya, ada dua pandangan kalau saya lihat.
03:41Pertama memang Pak Jokowi kan selama ini di PSI menjadi semacam mahzab ya, Jokoisme-Jokoisme.
03:47Dan ini sedikit banyak praktek itu terejawanta di PDIP, ya Soekarnoisme, Marhenisme, sebagainya.
03:55Tapi ada pandangan kedua yang mengungkapkan bahwa di Partai Demokrat ada Pak SBE sebagai ketua majelis tinggi,
04:01dengan WN yang 50%, plus Mas Ahai sebagai ketum.
04:05Dan ini sedikit banyak mendekati apa yang terjadi di PSI juga.
04:08Pak Jokowi misalkan ketua Dewan Pembina, ketua Dewan Kehormatan, atau sejenis itu, kemudian ketumnya Mas Kaisang.
04:15Jadi tinggal Pak Jokowi ataupun Mas Kaisang memilih opsi yang mana.
04:20Karena dua-duanya ini ada plus minusnya.
04:23Kalau secara kultur ya mahzab tadi, kalau secara struktur yang ketua Dewan seterusnya itu.
04:28Nah tapi memang yang paling baik secara struktur, karena bisa menagih janji-janji
04:35yang akan dilakukan oleh PSI. Misalkan kemarin ada deadline dari Pak Jokowi,
04:42kalau bisa akhir 2027 sudah ada struktur sampai desa.
04:46Karena kalau kita punya mesin, enak menggerakkan.
04:50Seperti itu. Nah tapi sayangnya nanti harusnya Pak Jokowi kalau sebagai ketua Dewan tadi, kenapa?
04:55Akan ditagi sama teman-teman PSI. Pak strukturnya udah, bensinnya gimana? Kan seperti itu.
05:00Ya, ya. Nagi uang bensinnya kemana gitu misalnya.
05:03Karena kan butuh bahan bakar, bergerak mengorkestrasi kerja-kerja politik itu.
05:07Tapi Mas, apakah mungkin dengan momentum sekarang, kalau Pak Jokowi di struktur,
05:12justru nggak bebas ruang geraknya Pak Jokowi dengan tokoh sebesar Pak Jokowi.
05:16Kalau kendaraan politiknya sebesar PSI, kayaknya terlalu kecil atau nggak sih?
05:22PSI ini kalau dibilang kecil juga relatif, kalau dibilang besar juga relatif.
05:27Kenapa?
05:27Tapi kan nggak punya threshold di parlement.
05:29Persis, tapi ada progresnya Mbak.
05:31Secara kuantitatif itu ada kenaikan suara dari 2019 yang 1,8 sekian,
05:36kemudian di 2024 2,8 sekian.
05:38Jadi ada progres 1% naik.
05:40Itu secara kuantitatif.
05:41Secara kualitatif itu kader-kadernya makin banyak di pos-pos strategis kekuasaan.
05:45Sekarang ada satu menteri, wamen ada banyak,
05:48kemudian komisaris di tir satu juga lumayan bejibun.
05:52Belum lagi ada alek-alek yang 180-an di banyak tempat di provinsi, kota kabupaten,
05:58plus kepala-kepala daerah ada puluhan yang mereka endorse dan sukses menang.
06:03Jadi ini modalitas yang membuat PSI itu sekarang beda sama PSI di masa-masa sebelumnya.
06:08Jadi kalau Pak Jokowi merasa besar, menurut saya juga relatif.
06:12Kenapa? Karena hari ini Pak Jokowi dan keluarga diserang terus.
06:15bertupi-tupi dengan berbagai macam isi.
06:17Dan yang loyal cuma PSI aja kayaknya.
06:19Dan tinggal PSI yang memang disitu belum ada tokoh kuat
06:22sebagaimana partai-partai lain yang sudah punya tokoh.
06:25Dan itu saling melengkapi kalau saya.
06:27Jadi kalau posisi tawannya Pak Jokowi besar banget juga enggak.
06:30PSI sama Pak Jokowi ya saling membutuhkan, saling melengkapi.
06:33Jadi kalau Pak Jokowi istilahnya melepas PSI dalam artian hanya sebatas mazab,
06:39ya PSI juga nanti akan setengah-setengah hati mendukung
06:43ataupun menjadi perisai politik bagi Pak Jokowi untuk menangkis serangan-serangan selama ini.
06:47Tapi begini, yang dikatakan misalnya besar atau tidaknya,
06:51karena kan akan welcome to the jungle sekarang Pak Jokowi.
06:55Sudah tidak presiden lagi.
06:56PSI akan bertarung di dunia politik ini dengan kendaraan politik lain yang besar.
07:01PSI dengan logo gajahnya besar.
07:03Gajah memang besar.
07:04Tapi kan ada Golkar di sana yang sudah mengakar puluhan tahun.
07:08PDI perjuangan yang jadi lawan politiknya.
07:11Itu gimana Mas Agung?
07:12Iya, ini memang tantangan menarik.
07:14Makanya saya sampaikan di banyak kesempatan PSI jangan dulu ngomong masuk lima besar.
07:19Tapi fokus dulu lolos ambang batas.
07:21Karena kan ekosistemnya mendukung nih.
07:24Parliamentary threshold diturunkan.
07:25Kemudian sekarang ada tokoh Pak Jokowi.
07:28PRPS sih tinggal satu.
07:30Bahkan dua mungkin.
07:31PRPS yang pertama adalah memastikan di setiap dapil punya tokoh-tokoh yang berkualitas juga.
07:37Jadi nomor urut satu sampai nomor urut tiga itu harus orang-orang yang punya kapasitas figur-figur kuat juga.
07:43Jadi kalau di nasional figur yang ada Pak Jokowi,
07:45maka di tiap dapil nanti, 84, itu juga harus orang-orang berkualitas.
07:49Kekuatan elektoralnya.
07:51Kalau misalkan biasa-biasa saja, susah.
07:53Karena pilek itu yang menentukan adalah caleg-calegnya.
07:57Itu yang menentukan suara PSI bisa masuk parlamen atau tidak.
08:00Nah yang kedua, bagaimana menangki serangan-serangan negatif yang hari ini menimpa Pak Jokowi dan keluarga.
08:06Karena kan makna elektronnya Pak Jokowi nih.
08:07Kalau ini digerus terus-menerus, tingkat kesukaan semakin menurun.
08:12Kemarin 9 bulan sampai sekarang, udah tinggal 70-something sekian persen.
08:17Kalau misalkan tiap bulan 1 persen, nanti 2029 tinggal berapa persen ini kesukaan publik kepada Pak Jokowi.
08:24Dan nggak efektif lagi meng-endorse PSI untuk 2029.
08:27Kalau ini tidak ditangkis, kalau ini tidak dibentengi Pak Jokowi dan keluarga.
08:31Jadi 2 PR itu yang saya kira harus segera dipikirkan oleh PSI, bagaimana mencari caleg-caleg yang berkualitas di semua dapil.
08:38Merekrut tokoh-tokoh nasional, tokoh-tokoh daerah.
08:41Yang kedua, menangkis serangan yang selama ini dihadapi oleh Pak Jokowi dan keluarga.
08:45Dan serangannya harus ditangkis dengan cara yang sepadan bahkan lebih besar lagi.
08:49Wah 2 PR tapi kayaknya berat banget ya.
08:51Apalagi momentumnya kan Pak Jokowi semakin lama dari purna tugasnya kan setelah kemarin terakhir menjabat.
08:58Apa strategi yang harus dimiliki PSI?
09:00Jawabnya nanti tapi.
09:01Di Sarta Indonesia malam kami segera kembali.
09:12Tegas nyatakan dukung penuh akan bekerja keras untuk PSI namun Jokowi tidak menyatakan bergabung dengan PSI.
09:17Strategi atau peran apa yang dimainkan Jokowi dan PSI kita ulas sudah hadir sekarang.
09:22Jurubicara PSI Benny Papa dan masih bersama kami Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro.
09:28Mas Benny, hai selamat malam. Apa kabar?
09:30Selamat malam Mbak. Sehat, Alhamdulillah.
09:32Alhamdulillah. Sehat dan cerah banget kayaknya ya Mas Agung.
09:35Waduh nyum terus.
09:37Karena jadi headline di mana-mana.
09:40Nah tapi PRnya masih banyak karena Mas Agung kita banyak satu-satu dulu.
09:42Pak Jokowi gak pegang KTA memang.
09:45Tapi kan untuk Pak Jokowi apalah arti sebuah KTA.
09:48Tapi perannya apa sih sebenarnya Pak Jokowi di PSI?
09:51Iya.
09:52Jadi sekarang saya kira secara eksplisit juga ya beliau sampaikan kemarin di arena Kongres bahwa beliau akan turun langsung untuk membantu full partai PSI akan bekerja semaksimal mungkin.
10:03Dan saya kira ini kan ya memang ditunggu-tunggu terakhir-terakhir ini Mbak.
10:07Jadi sebelum Kongres itu memang banyak kader-kader kita yang bertanya.
10:10Apakah Pak Jokowi akan bergabung?
10:12Bagaimana Pak Jokowi akan hadir di Kongres?
10:14Dan ternyata itu dijawab dengan tegas sama Pak Jokowi bahwa beliau akan bekerja keras.
10:19Nah soal bagaimana perannya nanti.
10:22Apakah masuk struktur kan itu kan soal lain.
10:24Tapi ya saya kira bahwa sekali lagi semangatnya Pak Jokowi itu kan sudah ada di PSI bahkan belum memberikan kisih-kisih.
10:30Satu, kita itu mesinnya mesti mantap.
10:35Yang kedua, selain mesin ya mesti bensinnya juga oke.
10:39Yang ketiga, Pak Jokowi memberikan pesan.
10:41Saya kira karena memang Pak Jokowi ini kan selama sejak wali kota, sejak gubernur dan kemudian presiden 2 prode kan beliau ini adalah salah satu presiden yang memang turun langsung ke masyarakat.
10:51Dan sehingga beliau tahu betul bagaimana persoalan masyarakat, bagaimana solusi strategi untuk memecahkan masalah di masyarakat.
10:59Tapi sebagai apa? Mengarahkannya di posisi mana Pak Jokowi-nya?
11:02Dan itulah yang saya kira perannya Pak Jokowi akan ada di situ.
11:05Bagaimana mengarahkan seluruh kekuatan kita di internal partai untuk ikut terlibat dalam turun ke lapangan.
11:12Dan beliau memang menitukan betul bahwa sebagai kader, seluruh kader PSI mesti turun ke lapangan untuk melihat persoalan masyarakat sehingga bisa mencarikan solusi.
11:20Ketua Dewan Pembina iang atau enggak?
11:22Kedepan kita akan lihat, ini kan proses jadi gini mbak, dalam kongres kemarin kita juga sudah memutuskan perubahan anggaran dasar.
11:29Anggaran rumah tangga kita juga sedua dirubah.
11:31Seperti mana saya kira statement Ketua Dewan Pendiri juga Pak Jepri Gopanikan juga sudah menyampaikan secara jelas.
11:37Bahwa Dewan Pembina diisi oleh Dewan Pendiri 2 orang, DPP diisi oleh 2 orang, yang kedua DPW mengisi 1 slot.
11:45Jadi saya kira ini kita akan lihat ke depan dan dalam waktu dekat saya kira Mas Ketua Umum akan meminformasikan struktur Dewan Pimpinan Pusatnya dan juga sekelusi dengan Dewan Pimpinan secara utuh.
11:57Kalau dari jawabannya Mas Benny kayaknya ke-iya banyak ya atau gimana Mas Agung?
12:02Ya kalau bahasa full-time itu kalau saya kerja full-time ya full-time ya kan.
12:06Jadi diminta kapanpun ke studio ya ke studio misalnya.
12:09Enggak boleh Zoom, enggak boleh work from home gitu ya.
12:11Artinya memang Pak Jokowi ini ada kecenderungan tendensi besar sebagai ketua apakah Dewan Pembina, Dewan Kohona.
12:19Pengarah atau apa itu ya.
12:20Jadi memang tapi kita akan lihat apakah dia punya otoritas atau enggak.
12:24Itu juga yang akan jadi pertanyaan saya.
12:25Karena kalau di Demokrat itu kan ketua majelis tinggi 50% tuh.
12:29Sama seperti ketua menangnya.
12:31Nah Pak Jokowi di PS ini menangnya berapa persen nih?
12:3450%? Atau 100%?
12:36Coba, jawab sama Mas Benny langsung.
12:38Atau seperti apa?
12:39Jadi kalau dari struktur Dewan Pembina ya sebagaimana kita rubah di Kongres kemarin.
12:44Karena kebetulan saya yang mimpin Kongres kemarin.
12:48Mimpin sidang.
12:49Jadi memang kewenangan besar juga masih ada Dewan Pembina.
12:52Tapi memang ada perubahan.
12:53Kalau kemarin memang kewenangan mutlak itu ada di Dewan Pembina.
12:57Tapi sekarang kita sudah rubah.
12:58Kewenangan mutlak itu ada di Ketua Umum Dewan Pembina Pusat dalam artian.
13:04Yang akan menjadi pemegang kekuatan mutlak nanti itu Mas Kesan Pak Harif sebagai Ketua Umum.
13:10Jadi bahwa nanti Pak Jokowi akan masuk dalam Dewan Pembina ataupun di luar Parti PSI, di luar struktur.
13:18Saya kira bagi kami internal bukan lagi persoalan.
13:21Sekarang kita sudah meyakini dan segera terang-beneran.
13:25Dan bukan hanya kader PSI sebenarnya.
13:27Di luar kader juga sudah melihat bahwa memang ya Parti yang disayang Pak Jokowi hari ini.
13:32Parti yang akan didukung full Pak Jokowi hari ini.
13:35Ya tidak ada yang lain.
13:36Dewan Nenoli ya PSI.
13:38Kalau kayak gitu, kalau kemenangan fullnya ada di Ketua Umum, berarti Mas Kesan sudah cukup untuk on behalf of Pak Jokowi enggak Mas Agung?
13:46Jadi bisa jadi Pak Jokowi ini sebatas mahasab tadi Jokowi semua.
13:49Tapi tidak mungkin dalam struktur.
13:51Karena Mas Kesan sudah mewakili 100% memenangnya.
13:55Buat apa lagi ada Pak Jokowi.
13:56Tinggal Pak Jokowi kemudian memberikan.
13:58Akan mubazir ya kalau Pak Jokowi ada juga begitu.
14:00Ya, persis.
14:00Karena kalau didemokrat kan beda cerita itu.
14:03Ya, ya.
14:04Kalau misalkan.
14:0450% itu tadi ya.
14:06Persis.
14:06Jadi kalau misalkan di sini berarti ada kemungkinan Pak Jokowi-nya malah di luar.
14:10Nah, menurut saya ini hati-hati.
14:13Apa risikonya Mas?
14:14Ya, karena bisa jadi Pak Jokowi juga akan diminta sebagai bantuannya di partai-partai lain.
14:20Karena kan Pak Jokowi punya basis di Jawa Tengah, Jawa Timur, Indonesia bagian Timur.
14:25Dan di teman-teman populasi non-muslim itu cukup diterima luar biasa Pak Jokowi.
14:30Jadi ini anu juga buat PSI.
14:33Masukkan.
14:34Jangan sampai nanti Pak Jokowi-nya dibajak misalkan Golkar, Gerindra, Pak.
14:39Atau justru itu dibaca sebagai safe place-nya Pak Jokowi.
14:42Enggak ada di salah satu partai.
14:43Ya, karena dia mazab kan.
14:45Jadi bisa mengglaim.
14:46Kayak kemarin Pak Prabowo ngomong di peresmian kooperasi Desa Kelurahan.
14:50Saya ini juga anak ideologinya Pak Karno katanya seperti itu.
14:56Ijin Pak Puan katanya.
14:57Nah, artinya apa?
14:58Artinya Pak Jokowi bisa juga seperti itu.
15:00Diklaim oleh Gerindra, oleh Golkar, PAN, dan koalisi lain.
15:04Karena memang secara struktur tidak ada di dalam PSI semacam itu.
15:10Nah, kalau gitu bagaimana Pak Jokowi bisa membantu untuk menyelesaikan sejumlah PR?
15:14Tadi Mas Agung sudah bilang ya ada dua PR.
15:16Gimana caranya satu, biar caleg-caleg PSI ini kuat.
15:21Yang kedua, gimana bisa jadi tameng ya tanda kutip atau melindungi serangan-serangan terhadap Pak Jokowi dan keluarganya.
15:28Itu gimana?
15:29Ya, saya kira pertama ya memang karena kita evaluasi nih Mbak.
15:32Dua kali kita ikut pemilu 2019 kemudian 2024.
15:37Memang ada satu persoalan yang memang kita lihat ini belum terselesaikan.
15:41Memang dari secara kesempatan kita lihat, secara struktur memang kita tidak terlalu kuat.
15:47Bahkan kemarin Mas Kesa masuk, kita dalam kondisi yang memang tidak terlalu kuat.
15:51Jadi, tiga bulan Mas Kesa masuk itu kan tidak sikitpikan pengaruhnya.
15:54Dan ini yang memang dititukan oleh Pak Jokowi.
15:57Dan saya kira memang nanti ketika akan persiapan untuk pemilu 2019, penguatan struktur,
16:03saya kira memang Pak Jokowi akan turun.
16:04Jadi, Pak Jokowi tidak hanya akan ditempat untuk memberikan arahan,
16:10tapi memang pesannya bahwa Pak Jokowi akan turun.
16:13Dan itu memang di beberapa kesempatan ya,
16:17kami mendampingi Ketua Mas Kesa ngobrol dengan Pak Jokowi.
16:20Memang bahwa Pak Jokowi akan full, tidak hanya memberikan arahan ya di ini,
16:25tapi memang beliau akan turun full, turun ke dapil-dapil,
16:29turun ke provinsi-provinsi untuk membantu Partai PSI.
16:32Dan saya kira ketika itu dilaksanakan oleh Pak Jokowi ya,
16:36saya kira itu akan sangat membantu penguatan struktur.
16:39Karena memang sejak, ini kongres ini baru dua hari setelah kongres ya.
16:44Ini banyak Mbak, banyak Mas yang tertarik untuk masuk PSI.
16:48Karena Pak Jokowi itu sudah, orang sudah melihat,
16:52Pak Jokowi ini sudah di PSI.
16:53Apa-apa bedanya waktu Pak Jokowi menjabat sebagai presiden?
16:56Kan kalau hitung-hitungan awamnya,
16:58lihat golden momentnya justru saat Pak Jokowi menjabat full power di pemerintahan.
17:03Kalau sekarang?
17:05Ya kalau dulu Pak Jokowi dengan waktu masih presiden kan juga tidak bisa diklaim 100% oleh PSI.
17:11Karena kan waktu itu juga Pak Jokowi masih memiliki koalisi yang dimana banyak parti-parti yang ada di koalisi beliau.
17:18Dan kedua memang persoalannya bahwa kekuatan struktur kita ini tidak kuat-kuat amat waktu itu.
17:24Jadi memang ini jadi salah satu memang pesan penting dari Pak Jokowi.
17:29Dan memang ini jadi konsen Mas Kesang sendiri seluruh kita-kita yang ada di DPP bahwa memang struktur ini yang harus kita benahi.
17:37Karena kalau struktur yang kuat, maka keyakinan kita bahwa partai PSI sebagaimana yang disampaikan Pak Jokowi bahwa akan masuk di partai meninggal 2009,
17:46di 2034 akan jadi partai besar, saya kira target-target itu sangat realistis dan sangat masuk akal kita ketika penguatan-penguatan struktur kita bisa lakukan dengan baik.
17:55Nah kalau dari Mas Agung, how to ride the wave?
17:58Kan PSI ini harus riding the wave, memanfaatkan Jokowi efek yang sekarang muncul lagi momentumnya.
18:05Kalau besok lusa belum tentu loh, karena kan sudah tidak menjabat lagi itu Mas Agung.
18:08Iya kemarin Pak Jokowi masih presiden itu saya anggap masih part time, Mbak.
18:13Di PSI, di PDIP, untuk publik.
18:16Kalau ini full time di PSI, artinya memang PSI harus mengorkestrasi magnet figur Pak Jokowi supaya apa?
18:23Supaya Jokowi efek bekerja lagi.
18:24Tapi dengan catatan yang saya bilang tadi, ini serangan-serangan yang masuk harus ditangkis.
18:30Karena kalau serangan-serangan ini dibiarkan terus, Jokowi efek nggak akan maksimum, bahkan akan pudar.
18:35Gimana cara PSI harus pasang badan buat ini?
18:38Ya kalau saya, kan dulu PSI paling garang di semua level media, sosmed, TV, online cetak,
18:46di mana ada serangan, di situ ada PSI.
18:48Sekarang di mana ada serangan, di situ adanya relawan.
18:52PSI-nya nggak ada.
18:52Maksud saya, ya ini ditemenin relawannya kan?
18:56Kalau ada relawan, dua lawan satu berarti yang dilawan kan?
18:58Nah kalau seperti itu, saya melihat Jokowi efek bisa maksimal.
19:02Tapi kalau misalkan nggak, ini lama-lama akan pudar.
19:06Dan bisa jadi akan menjadi beban bagi PSI, Pak Jokowi dan keluarga.
19:09Kalau tidak disiasati dengan baik.
19:11Dispin isu itu supaya positif, tidak mengganggu citra di persepsi publik.
19:16Sudah dilakuin belum Mas Ben?
19:18Ya ini kita baru habis kongres.
19:20Dan memang ini sengaja saya pakai pin loko baru ini, Pak.
19:23Bagus.
19:24Jadi kalau simbolnya ini kan kekuatan, bijaksana, cerdas.
19:29Dan memang itu kemarin Pak Jokowi, bahkan Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan yang sama.
19:34Simbolisasi dari gajah itu ya cerdas, bijaksana.
19:38Makanya ya memang akan banyak perubahan-perubahan termasuk dalam hal bagaimana tampilan-tampilan publiknya nanti.
19:46Baik narasi-narasi dari PSI saya kira akan menyelesaikan dengan semangat yang baru yang akan kita laksanakan tentu.
19:53Bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam logo yang baru kan memang ini yang harus diinternisasi dalam bentuk baik program.
20:00Yang tadi disampaikan kemudian dalam tindakan-tindakan politik partai.
20:05Yang memang kita lihat bahwa bagaimanapun juga yang paling penting ini kan bagaimana kita selalu merekatkan persatuan.
20:12Baik dalam tataran politik maupun sosial kemasrakatan.
20:15Dan ini yang kami kira, yang kami lihat bahwa ini juga salah satu bagian dari kami untuk bagaimana kita menjadi garda terdepan dalam membela Pak Jokowi.
20:25Jadi tidak hanya bukan soal apa, ini kan banyak di media nih yang cacimaki apa semua.
20:32Ini kan kalau kita balas, ini kan makin-makin.
20:35Jadi kami mengambil posisi, kami akan sangat bijak sekali untuk menanggapi hal yang menurut kami yang harus kita tanggapi yang mana kita.
20:42Tapi sekali lagi bahwa ya pastai partai PSI akan menjadi garda terdepan untuk membela Pak Jokowi.
20:49Karena bagi kita ya Pak Jokowi itu adalah patron kita.
20:54Tidak ada patron yang lain di internal partai PSI yang memang betul-betul itu menjadi kekuatan spirit dari anggota selain Pak Jokowi.
21:03Nah kalau gitu Mas Agung singkatnya, bagaimana agar PSI dan Pak Jokowi ini punya hubungan yang saling menguntungkan.
21:11Kalau mesra sih udah gak usah diomongin lagi lah dari awal, sejak ada awal PSI berdiri, itu Pak Jokowi lah yang jadi patron.
21:19Tadi juga sudah disampaikan, tapi bagaimana agar berbuah untuk PSI-nya elektoral pasti.
21:24Untuk Pak Jokowi-nya juga punya kendaraan politik dan perlindungan.
21:29Ya jadi kalau saya melihat memang teman-teman PSI kan punya infrastruktur sampai ke level bawah.
21:35Ya ketika memang ada serangan-serangan muncul, ya itu berusaha ditangkis.
21:38Maksudnya ada satu orang juru bicara atau berapa orang lah.
21:40Sehingga Pak Jokowi ini leluasa untuk melakukan tindakan-tindakan berusukan ke bawah, ke dapil, ke basis-basis yang menjadi kantong-kantong partai tertentu.
21:51Asumsikan misalkan Jawa Tengah kandangnya banteng misalkan, bisa berubah jadi kandangnya gajah lama-lama kalau misalkan Pak Jokowi turun terus misalkan.
21:58Kalau jawab pakai takut-takut nih, Pak Fendi.
22:00Tapi kan ini nggak bisa sebentar.
22:03Maksudnya Pak Jokowi juga butuh melihat PSI.
22:05PSI belain saya nggak?
22:07Kalau memang belain konsisten terus-menerus, yaudah.
22:10Ini jateng kandang banteng saya garap nih dari sekarang kan seperti itu.
22:14Sehingga struktur itu terbentuk dan tercapai secara eksponensial cepat 2027 akhir.
22:19Bahkan bisa lebih cepat kalau Pak Jokowi turun gunung kan?
22:21Tapi kalau misalkan teman-teman PSI takut-takut, di tengah, kalem, nggak ada serangan nggak?
22:26Pak Jokowi juga mikir nih, yaudah saya juga akan menyelinap dan ternyata petik di partai-partai lain sebagai mahasab tadi.
22:33Seperti itu.
22:34Ya kalau membangunkan deng gajah kayaknya tadi agak-gak senyum boleh dijawab sedikit.
22:39Kalau di Jawa Tengah ya, saya kira dulu kami waktu masa pilkada kami kebetulan ditugaskan di sana sama Mas Ketum untuk mengawal pilgup ya.
22:49Di sana mengawal pilgup.
22:50Dan memang ya kita betul melihat bahwa memang pengaruh Pak Jokowi secara personal itu di Jawa Tengah kan juga sangat kuat.
22:58Dan memang ini satu kekuatan juga yang memang kita ingin kita implikasi dalam program-program Partai PSI ke depan.
23:07Bagaimana supaya pengaruh Pak Jokowi yang sangat tinggi ini di Jawa Tengah juga menjadi implikasi kuat untuk kemajuan Partai PSI di sana.
23:15Tapi sekarang kalau kita lihat Mbak, Jawa Tengah itu masuk dalam salah satu basis Partai PSI.
23:22Kalau kita lihat baik dari anggota legislatif, kemudian dari anggota yang aktif itu Jawa Tengah, kemudian DKI Jakarta, Jawa Timur, NTT itu masuk.
23:32Jadi memang ya kita punya optimisme di Jawa Tengah.
23:36Tapi bahwa kemudian ada partai lain yang lebih kuat ya tentu kan itu tidak bisa juga dibantahkan.
23:41Memang punya sejarah tersendiri di sana.
23:43Tapi kami punya optimisme dengan kehadiran Pak Jokowi bersama dengan PSI yang tidak setengah-setengah lagi.
23:51Sudah full time ya kalau antara manggung ya.
23:53Sudah full time sangat jelas akan berdua dengan partai PSI.
23:56Kami punya optimisme bukan hanya di Jawa Tengah, di Jawa Timur, di Jakarta, di Indonesia Timur yang memang selama ini jadi basis-basis Pak Jokowi.
24:03Kami punya optimisme tinggi bahwa kita bisa meningkatkan suara-suara partai PSI di situ.
24:13Dan memang ya sekarang ini sudah pemetaan-pemetaan sudah mulai mbak.
24:17Baik pemetaan untuk calon-anggota legislatif, calon-calon ketua DPD yang harus diganti, ketua DPW yang harus dikuatkan dan struktur.
24:26Ini sudah mulai dilaksanakan.
24:28Jadi ya mudah-mudahan efek Pak Jokowi yang kemarin mendeklarasikan diri untuk membantu partai PSI secara tegas.
24:36Kemudian rebranding dari partai PSI yang mudah-mudahan ini menjadi simbol baru untuk momentum partai PSI.
24:42Oke jadi harus kerja keras ya.
24:45Sudah all out dibantu Pak Jokowi juga jadi kesayangannya Pak Prabowo gajah ini.
24:49Apakah juga akan sebesar harapannya kita tunggu kerja keras lagi kawan-kawan PSI.
24:55Terima kasih Mas Benny Bapak, terima kasih Mas Agung Mas Kuros sudah mampir ke Sapa Indonesia malam.
25:01Berikutnya saudara kami kembali dengan sorotan Presiden Prabowo.
Dianjurkan
0:48
|
Selanjutnya