bulan lalu

Garam Kusamba, Tradisional Namun Diminati Mancanegara

KompasTV
KompasTV
KLUNGKUNG, KOMPAS TV - Proses panjang diperlukan untuk membuat garam khas Desa Kusamba, Klungkung Bali. Petani garam mempertahankan cara tradisional yang diwariskan secara turun temurun dalam mengolah garam Kusamba.

Seperti yang dilakukan Mangku Rena yang merupakan generasi ke 4 menekuni pembuatan garam secara tradisional. Meski memerlukan proses panjang, namun ia tetap bertahan untuk melestarikan warisan leluhurnya.

Di bawah terik matahari Mangku Rena bersama keluarga membuat garam

diawali dengan pembersihan lahan dilanjutkan pengolahan air laut, penyulingan, penjemuran, hingga menghasilkan butiran -butiran garam. Butuh waktu 24 jam untuk mengubah air laut menjadi garam.

Dengan lahan 8 are Mangku Rena mampu menghasilkan 30 kilogram garam dalam sekali produksi. Untuk harga garam Kusamba bervariasi mulai 10 ribu untuk garam biasa, hingga 25 ribu untuk garam organik yang dijemur menggunakan palung kayu.

Mangku Rena yang juga Ketua Kelompok Petani Garam Tradisional Kusamba mengatakan, tantangan petani garam tradisional adalah cuaca dan juga generasi penerus yang mau menekuni pembuatan garam secara tradisional, karena jumlah warga yang menekuni petani garam tradisional di Desa Kusamba terus berkurang hanya tersisa 17 petani garam.

Bertahan membuat garam dengan cara tradisional ditengah gempuran garam import, Garam Kusamba malah diminati pasar mancanegara, seperti Jepang. Petani garam Kusamba pun berharap agar pasar garam Kusamba semakin luas sehingga petani garam tradisional dapat bertahan.











#garamkusamba #garamtradisional #desakusamba

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/355070/garam-kusamba-tradisional-namun-diminati-mancanegara