Intensitas Banjir Jakarta Sudah Sering, Azas Tigor Beri Sentilan di Era Anies

  • 4 tahun yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Banjir kembali merendam Ibu Kota Jakarta.

Titik banjir terpantau di depan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo, Jakarta Pusat dengan ketinggian mencapai 50 centimeter.

Terendamnya Jalan Bendungan Hilir membuat akses jalan menuju Rumah Sakit Mintoharjo tak bisa dilalui.

Selain itu, area halaman rumah sakit juga terpantau terendam banjir.

Di wilayah Bendungan Hilir, ketinggian banjir sempat mencapai sekitar satu meter.

Penyedotan air di sekitar rumah sakit dilakukan petugas pemadam kebakaran.

Satu unit pompa dikerahkan untuk menyedot banjir yang diperkirakan setinggi 50 centimeter.

Untuk sekitar Rumah Sakit Mintoharjo dan wilayah Bendungan Hilir, sejumlah warga harus dievakuasi karena rumahnya terendam banjir.

Meski akses jalan di Bendungan Hilir terputus, banyak warga tetap berusaha menerobos banjir, rata-rata dengan berjalan kaki.

Banjir di sini memutus akses dua arah Jalan Tanah Abang dan Jenderal Sudirman.

Banjir juga memutus jalan dari Gunung Sahari menuju Harmoni.

Ketinggian banjir mencapai 60 centimeter.

Sebagian kecil pengendara nekat menerobos banjir.

Namun tak sedikit yang mengalami mati mesin.

Tak hanya merendam permukiman warga, banjir juga merendam ratusan makam di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Banjir terjadi akibat buruknya saluran air yang tak mampu mengalirkan air hujan.

Akibat banjir sejumlah makam hanya tampak pada bagian papan nisan saja, dan tak sedikit pula tenggelam dalam genangan air.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pemerintah provinsi saat ini fokus kepada penanganan korban terdampak banjir.

Bagi Anies penanganan bencana banjir jadi opsi pertama pemprov karena sesuai dengan prediksi bmkg , curah hujan ekstrem akan kembali terjadi hingga bulan Maret.

Apa yang harus segera dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah banjir terjadi di Jakarta?

Simak dialog bersama Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan dan Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Syarief Hidayatulloh.